Minggu, 05 Februari 2012

2500 Rawan Pohon Tumbang di Jakarta Selatan

VIVAnews - Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan, Heru Bambang mencatat sebanyak 2500 pohon yang berada diseluruh wilayah Jakarta Selatan rawan tumbang.

Untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati apalagi berkendara saat hujan turun.

Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Selatan untuk mengetahui lokasi rawan yang dapat menimbulkan macet serta membahayakan.

"Saat ini kami memprioritaskan penopingan di jalan-jalan padat lalu lintas. Seperti di Jalan Sultan Iskandarmuda, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan TB Simatupang," kata Heru, Minggu 5 Februari 2012.

Yang menjadi kendala saat ini, kata Heru, yakni masih kurangnya alat pendukung seperti gergaji dan alat pemotong pohon lainnya. Setiap kecamatan memang difasilitasi alat pemotong, tetapi hanya satu buah, kecuali di Kecamtan Kebayoran Baru ada dua unit.

Jumlah alat tersebut sangat minim dibandingkan ratusan ribu pohon yang ada di Jakarta Selatan. "Sehingga untuk melakukan penopingan, tidak bisa dalam jumlah pohon yang banyak. Idealnya setiap kecamatan minimal mempunyai dua gergaji mesin sehingga bisa mempercepat pengerjaan bila ada penopingan dan pohon tumbang," jelas Heru.

Selain alat, tambah Heru, yang dibutuhkan adalah petugas pemotong, karena jumlahnya sangat terbatas. Saat ini, setiap kecamatan hanya memiliki 3-4 orang pemotong pohon. Itupun yang spesialis berani naik ke pohon tinggi hanya satu orang.

Dinas Pertamanan, kata dia, memang sering kesulitan. Bahkan, bila ada pohon tumbang di suatu tempat pihaknya terkadang meminta bantuan petugas pemadam atau petugas dari lembaga lain.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Catharina Suryowati mengklaim sebagian besar kondisi pohon yang ada di Jakarta masih baik.

"Dari pemeriksaan kondisi pohon yang dilakukan Kamis 2 Februari 2012 kemarin sebagian besar masih dalam kondisi baik hanya sedikit yang kondisinya tidak layak," katanya.

Menurut Catharina, pihaknya mengutamakan pemeriksaan di lokasi yang cukup ramai dan padat. Karena, di lokasi ini sangat rawan dan berpotensi menimbulkan korban jika ada pohon yang tumbang.

Di Jalan Medan Merdeka Selatan ada pohon asem yang ternyata dalamnya kropos lebih dari 30% dan segera ditebang. Sedangkan pohon yang kroposnya tidak berat, lanjut Catharina, akan dilakukan penanganan khusus agar keroposnya tidak menjalar lebih banyak.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar