Sabtu, 04 Februari 2012

Keluarga Korban Xenia Maut Dimintai Rp7 Juta

VIVAnews - Yayasan Rekanan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kuntum Wijaya Kusuma, meminta pihak keluarga korban kecelakaan maut di kawasan Tugu Tani membayar sebesar Rp7,55 juta. Jika tidak dibayar, empat jasad terancam tidak dapat dipulangkan ke Jepara.

"Biaya mobil ke Jepara, otopsi, memandikan jenazah, harus dibayar lunas baru boleh dibawa pulang," kata Enny Salim, salah satu kerabat korban saat ditemui di RSCM Jakarta, Minggu 22 Januari 2012.

Enny mengatakan, pihak yayasan menawarkan keringanan biaya dengan memakai surat rekomendasi RT/RW dan kelurahan di Jepara. Tapi itu tidak mungkin, karena selama dua hari ini, seluruh instansi pemerintah tutup karena hari libur.

"Tanpa surat keterangan tidak mampu, mereka tidak mau menerima," kata Enny.

Akhirnya, setelah mencari pinjaman ke sana kemari, pihak keluarga dapat melunasi uang tersebut. Kendati demikian, keluarga korban menyayangkan sikap yayasan yang tidak menunjukkan belas kasih kepada keluarga korban kecelakaan.

"Menurut saya tidak manusiawi. Ini kan meninggal karena musibah, di mana rasa kemanusiaan. Karena sebagai muslim, jenazah harus dimakamkan kurang dari 24 jam," kata Enny.

Sementara itu, kakak Sugiantini, Muji Jono menyatakan tidak masalah dengan permintaan uang tersebut. Dia hanya berharap jenazah keluarganya dapat diurus dengan segera. "Sudah tidak apa-apa, yang penting jangan lama-lama di sini. Nanti saja urus yang lain," ucapnya.

Jasa Raharja sendiri sudah menjanjikan sekitar Rp25 juta untuk para korban tewas. Namun, santunan itu baru bisa keluar setelah persyaratan dilengkapi. Diperkirakan, maksimal tujuh hari baru uang santunan tersebut cair. (umi)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar