Minggu, 12 Februari 2012

Kemenhub Akan Panggil Pengelola Karunia Bakti

VIVAnews - Pemerintah akan mempercepat uji kelayakan kendaraan bus antar kota antar provinsi provinsi (AKAP) yang biasanya enam bulan sekali menjadi dua bulan sekali. Kebijakan ini menyusul kecelakaan maut yang melibatkan bus Karunia Bakti jurusan Jakarta-Garut, Jumat malam.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengunjungi lokasi kecelakaan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 11 Februari 2012. "Saya takutnya 6 bulan tapi tidak dilaksanakan. Cuma diisi bukunya tapi kendaraan tidak diperiksa," kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia meminta semua pengemudi memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di jalan raya. "Rambu-rambu kan sebagai tanda peringatan," kata dia.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Ali Muso mengungkapkan, pihaknya akan mencabut sementara izin trayek bus Karunia Bakti yang mengalami kecelakaan maut ini. "Besok kami akan memanggil pihak perusahaan bus Karunia Bakti tersebut," kata dia saat mendampingi Menteri Perhubungan.

Dia menilai jalan raya tempat kecelakaan tidak terlalu curam. Sehingga, dia menduga kecelakaan yang menewaskan 14 orang itu akibat kelalaian sopir bus.

Kemenhub berjanji akan menuntaskan kecelakaan ini bekerja sama dengan kepolisian, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pantauan VIVAnews, ratusan masyarakat masih memadati lokasi kecelakaan karena ingin  melihat secara langsung. Meski, kepolisian sudah memasang garis polisi. (umi)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar