Sabtu, 11 Februari 2012

Korban Kebakaran Lautze Masih Mau Mengungsi

VIVAnews - Sebanyak 1.271 korban kebakaran di Jalan Lautze, Pasar Baru, Jakarta Pusat, meminta Pemerintah DKI Jakarta memperpanjang masa penanganan terhadap bencana kebakaran di wilayah itu yang berakhir hari ini, Minggu 12 Februari 2012.

"Bantuan banyak, tapi ini hari terakhir warga boleh mengungsi. Warga akan tidur dimana kalau begitu," kata warga bernama Hendra Mulyana.

Meski kondisi SD 02 dan 03, yang menjadi tempat mengungsi sangat penuh, tapi warga mengaku belum bisa keluar dari pengungsian. Sebagai pengurus RW, Hendra akan mengusahakan agar warga tetap bisa tinggal sementara di pengungsian.

"Keinginan warga sebenarnya banyak. Tapi yang terpenting ada bahan bangunan, dan minta alat rumah tangga. Kalau sembako banyak," katanya.

Dijelaskan Hendra, saat ini ada pengerjaan pengerukan dan pembersihan puing-puing sisa kebakaran yang melanda RT 11,12,13,14,15,16 RW 07, dan RT 02, 03 RW 06.

Kebakaran yang melanda kawasan Jalan Lautze, terjadi pada Selasa, 7 Februari 2012 lalu. Berdasarkan data dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ada 394 rumah yang terbakar.

Selain menyediakan pengungsian di gedung sekolah, dan membangun tenda pengusian, dua dapur umum lapangan untuk menyediakan makanan bagi pengungsi juga disiagakan. Petugas PMI juga selalu berada di lapangan untuk memeriksa kesehatan korban kebakaran.

Sementara untuk mempermudah pelayanan administrasi kependudukan bagi korban kebakaran, Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat, menggelar pelayanan KTP dan kartu keluarga (KK) bagi warga setempat dengan mengerahkan satu mobil keliling.

Sedikitnya sudah 300 KTP dan 50 KK telah diterbitkan. Sedangkan mengenai akta kelahiran mengingat diperlukan data yang valid, baru ada 25 orang yang mengurus dan saat ini masih dalam tahap konsultasi.

Ia menambahkan, kegiatan itu dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang dokumen kependudukannya ludes terbakar. Bahkan, jika masih ada berkas warga yang belum selesai, pelayanan akan diperpanjang. (adi)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar