Sabtu, 04 Februari 2012

Ribuan Botol Minuman Keras Disita

VIVAnews - Sebanyak 3.000 lebih minuman keras dari berbagai jenis disita tim gabungan dari Polres Jakarta Timur. Operasi ini dibantu oleh aparat gabungan dari unsur TNI, Satpol PP, Suku Dinas Pariwisata, dan Suku Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan.

Penyitaan ini dilakukan di sejumlah tempat hiburan malam, panti pijat, dan toko penjual minuman keras di Jakarta Timur.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Saidal Mursalin, mengatakan, penyitaan ribuan botol miras ini dilakukan karena tidak adanya izin penjualan minuman keras oleh pemilik hiburan malam. "Total yang kita sita sebanyak 3.036 botol minuman keras. Kita terpaksa menyita minuman keras itu karena mereka tidak dapat menunjukkan izin beroperasi dan menjual minuman keras," ujar Saidal di Jakarta, 4 Februari 2012.

Ribuan botol minuman keras tak berizin ini menurut Saidal didapatkan dari 13 kafe dan tempat hiburan malam yang tersebar di Jakarta Timur, yakni di wilayah Taman Mini, Jatinegara, Pulogadung, dan Cakung.

Selain melakukan razia terhadap minuman keras tak berizin, operasi juga dilakukan untuk menghentikan peredaran narkoba di kafe dan tempat hiburan malam. Namun dalam operasi tadi malam, tim gabungan tidak menemukan satu butir pun narkoba.

Selain merazia minuman keras tak berizin, puluhan wanita pekerja hiburan malam juga diperiksa kartu identitasnya. Petugas juga memerintahkan pihak pengelola kafe menghentikan operasinya. "Ini dilakukan karena pengelola tidak dapat menunjukkan kelengkapan izin beroperasi," kata Saidal.

Mengenai masalah izin pendirian tempat hiburan, Kasie Monitoring Sudin Pariwisata Jakarta Timur, Rachmat Hidayat, mengatakan, seluruh kafe yang diperiksa memiliki masalah dengan perizinannya. "Mereka tidak mengurus izin tersebut, tapi berani beroperasi. Mereka hanya memiliki izin mendirikan restoran dan rumah makan," kata Rachmat.

Untuk tempat hiburan malam yang telah terjaring razia, Rachmat mengatakan telah meminta kepada pengelola tempat hiburan malam untuk menghentikan operasi sampai ada izin dari Sudin Pariwisata. "Jika pengelola membandel, nantinya Satpol PP akan bertindak dengan memberikan peringatan atau sanksi denda," ujar Rahmat. (hp).

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar