Selasa, 13 Maret 2012

Jaringan Narkoba Rp113 Miliar Dibongkar

VIVAnews - Polda Metro Jaya kembali membongkar sindikat internasional penyelundup narkoba. Kali ini, narkoba jenis ekstasi yang menjadi sasaran para pengedar lintas negara tersebut. Negara yang menjadi incaran sindikat ini adalah Belanda, China, Malaysia, dan Indonesia.

Dari hasil penangkapan dan pengembangan selama 2-3 bulan ini, polisi  menyita 350 ribu butir ekstasi dan 200 gram sabu dari pengedar yang nilainya mencapai lebih dari Rp113 miliar.

Dijelaskan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Rikwanto, jaringan narkoba internasional ini sudah menjadi incaran petugas sejak lama. Polisi pun menduga jaringan ini sudah masuk dan beraksi di Jakarta sejak tahun 2009.

"Pada Kamis 1 Maret 2012, polisi berhasil menangkap dua tersangka yakni BS alias RTJ dan SA alias AL alias TN di rumahnya masing-masing. Di rumah BS di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, polisi menyita barang bukti berupa 41 ribu butir ekstasi dan 200 gram sabu," kata Rikwanto, Selasa 13 Maret 2012.

Sementara itu, di rumah SA di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, polisi menemukan 91 ribu butir ekstasi. Rikwanto mengatakan, Semua ekstasi itu sudah terbungkus rapi dalam plastik bening berukuran besar dengan logo-logo di permukaannya seperti logo Crowne, Superman, dan Chanel. Dari penangkapan ini, polisi kemudian mengetahui bahwa barang bukti sabu itu merupakan produk lokal buatan Indonesia.

Tetapi, ratusan ribu pil ekstasi yang ditemukan ternyata berasal dari Belanda. "Jadi dari Belanda melalui China kemudian ke Malaysia. Dimasukkan ke Indonesia melalui jalur pantai sampai akhirnya tiba di Jakarta menggunakan jalur darat," papar Rikwanto.

Ekstasi itu, lanjutnya, dipesan dari seorang bandar besar yang juga pengendali sindikat ini yakni IW alias BHR. IW sendiri adalah buron kasus peredaran 600 ribu butir ekstasi di Indonesia pada tahun 2009. Ia kemudian kabur ke Belanda dan menjadi warga negara di negeri kincir angin itu.

"Di Jakarta, ekstasi dan sabu ini disebar ke kota-kota besar di Indonesia oleh BS dan SA. Modusnya dengan cara mendistribusikan pil ekstasi yang sudah dihancurkan dan dimasukkan ke dalam kapsul jadi seperti obat untuk mengelabui petugas," tutur Kepala Subdirektorat Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Pol. Eko Saputro.

Polisi, kata Eko, saat ini masih mengejar tersangka IW untuk mengungkap seluruh jaringannya. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan interpol untuk menangkap yang bersangkutan.

Terhadap dua tersangka yang sudah ditangkap yakni BS dan SA, polisi mengenakan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 sub pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar