Senin, 19 Maret 2012

Pengemudi Lalai Dominasi Kecelakaan Awal 2012

VIVAnews - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat sebagian besar kecelakaan yang memakan korban jiwa di awal tahun 2012 diakibatkan oleh kelalaian pengemudi.

Kepala Sub Direktorat Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Yakub Dedi Karyawan, mengatakan penyebab utama kecelakaan karena hilangnya konsentrasi pengemudi.

"Kondisi lain pada pengemudi yang sering menyebabkan kecelakaan adalah pengemudi mengantuk, mabuk, lelah, tidak terampil, tidak tertib, dan menggunakan telepon seluler saat berkendara," kata Yakub di Jakarta, Senin 19 Maret 2012.

Yakub mencontohkan kecelakaan di Tugu Tani, Jakarta Pusat yang menewaskan sembilan orang pejalan kaki beberapa waktu lalu dikarekan pengemudi hilang konsentrasi. Sementara mobil dipacu dengan kecepatan tinggi sehingga kendaraan menjadi sulit dikontrol.

Selain itu kondisi permukaan jalan juga menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Sebab jika pengemudi hilang konsentrasi, maka roda kendaraan akan mudah masuk lubang. Pengemudi sulit mengendalikan kendaraan pada kecepatan tinggi.

"Kondisi lingkungan juga mempengaruhi perilaku pengemudi. Semakin tertib berlalu lintas membuat pengemudi semakin tenang berkendara, begitu pula sebaliknya. Emosi dan keputusan mengambil tindakan di jalan dipengaruhi oleh lingkungannya," ucapnya.

Data kecelakaan dua bulan pertama di tahun 2012 yakni pada Januari sebanyak 634 dari 654 kecelakaan karena faktor pengemudi. Sebanyak 261 kejadian disebabkan karena pengemudi lengah.

Sedangkan di bulan Februari, sebanyak 624 dari 634 kejadian kecelakaan lalu lintas juga disebabkan kelalaian pengemudi, 277 kejadian karena pengemudi tidak tertib.

Polda menyatakan beberapa kasus kecelakaan lalu lintas di ibu kota yang menarik perhatian pada awal 2012 ini disebabkan karena kesalahan pengemudi.

Pada kecelakaan di Tugu Tani, pengemudi Afriyani Susanti, menabrak belasan pejalan kaki dan menyebabkan sembilan orang tewas karena menyetir di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.

Demikian pula dengan dua kecelakaan bus Mayasari Bakti akhir Februari lalu. Pengemudi bus terbukti lalai dalam mengendarai bus karena bermain ponsel saat berkendara.  Kemudian pengemudi lainnya mengaku tertidur sehingga bus menghantam sepeda motor dan kendaraan lainnya.

Terakhir, kecelakaan Nissan Juke yang menabrak papan reklame hingga terbakar di Jalan Jenderal Sudirman juga dinilai karena kelalaian pengemudi Olivia Dewi yang menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. (eh)

 



• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar