Kamis, 24 November 2011

Istri Irzen Octa: OC Kaligis Biayai Otopsi

VIVAnews - Biaya otopsi kedua terhadap jenazah nasabah kartu kredit Citibank Irzen Octa dibiayai pengacara OC Kaligis. Hal itu diakui oleh Essi Ronaldi, istri korban saat menjadi saksi tiga terdakwa kasus pembunuhan Irzen. Ketiga terdakwa itu adalah Arief Lukman, Donald Harris Bakara dan Henry Waslington.

"Tidak sama sekali (mengeluarkan biaya), Alhamdulilah dia (OC Kaligis) baik," kata Essi Ronaldi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 24 November 2011.

Permintaan otopsi kedua ini, kata Essi, dilakukan karena adanya kecurigaan ketidakwajaran meninggalnya Irzen Octa. Essi menceritakan, sahabat korban yang menjemput korban di Citibank, Tu Bagus, mengatakan pada Essi bahwa mantan Sekjen Partai Pemerhati Bangsa itu meninggal secara tak wajar.

"Lalu saya bilang ke pak OC, saya tidak mengerti soal hukum. Akhirnya saya bilang saya tidak percaya hasilnya begini, suami saya orangnya kuat, saya yakin ini tindak kekerasan," kata Essi.

Jenazah Irzen Octa dua kali diotopsi. Pertama dilakukan dokter forensik Ade Firmansyah beberapa jam setelah kejadian atau pada 29 Maret 2011. Otopsi ini dilakukan atas permintaan dari Polsek Mampang Prapatan.

Kemudian, otopsi kedua dilakukan dokter forensik Mun'im Idris pada 20 April 2011. Otopsi kedua ini dilakukan atas permintaan tim pengacara keluarga Irzen Octa yang merasa tidak puas atas hasil otopsi pertama.

Berdasarkan hasil dua otopsi yang diperoleh VIVAnews.com, memang terdapat sejumlah perbedaan. Dalam otopsi yang dilakukan Ade Firmansyah, berkesimpulan bahwa penyebab kematian adalah akibat pecahnya pembuluh darah di bagian bawah batang otak. Akibatnya, menimbulkan pendarahan dalam bilik otak hingga menyumbat saluran cairan otak dan menekan batang otak hingga terjadi mati lemas.

Dokter Ade memperkirakan Irzen Octa tewas antara dua sampai enam jam sebelum pemeriksaan pada 29 Maret 2011 antara pukul 12.35 hingga 16.35 WIB.

Namun, kesimpulan Ade Firmansyah itu kemudian dibantah oleh Mun'im Idries. Menurut Mun'im, penyebab kematian akibat pecahnya pembuluh darah adalah tidak tepat.

Mun'im pun lantas menyimpulkan bahwa adanya luka lecet pada mayat dan memar pada batang otak serta perdarahan menunjukkan bahwa penyebab kematian Irzen Octa terkait benda tumpul.

Selain membiayai otopsi, OC Kaligis juga membiayai proses pemakaman Irzen. "Dari pak OC, dia bilang ini untuk anak yatim. Saya bilang saya tidak ada biaya, dia bilang ini hitung-hitung untuk anak yatim," kata Essi. (eh)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar