Selasa, 01 Maret 2011

Ancaman Kebakaran di Gedung Bertingkat DKI

VIVAnews - Kepolisian Resor Jakarta Pusat belum bisa memastikan penyebab utama terjadinya kebakaran di Gedung Wisma Antara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 28 Februari 2011 kemarin.

Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin, menerangkan, tim identifikasi Puslabfor Mabes Polri sudah mendatangi lokasi guna mengecek penyebab kebakaran. "Kita masih menunggu hasilnya," ujarnya singkat, Selasa 1 Maret 2011.

Kebakaran di Wisma Antara berlangsung sekitar pukul 16.40 WIB, dan baru berhasil dipadamkan pada pukul 18.30 WIB. Kebakaran ini tentu saja membuat panik karyawan yang berkantor di gedung itu.

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sujarno menambahkan, berdasarkan penyelidikan sementara dan keterangan saksi, sumber api diketahui berasal dari lantai 11 dan selanjutnya menjalar ke lantai lainnya.

"Sumber api diduga dari tempat cuci. Tapi itu masih harus periksa lagi kebenarannya," ujar Sujarno.

Sulit Dipadamkan

Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Paimin Napitupulu mengakui kesulitan memadamkam api di gedung bertingkat.

Menurut dia, pihaknya kekurangan alat pemadam kebakaran atau hydrant karena banyak yang tidak berfungsi. Kondisi ini menghambat proses evakuasi dan pemadaman, khususnya di gedung bertingkat. "Jumlah hydrant saat ini tercatat 1.424 buah," katanya.

Kondisi hydrant ini tidak seluruhnya baik. Tercatat ada sekitar 759 buah yang kondisinya masih baik, sedangkan 665 buah lainnya rusak. Sedangkan  jumlah pos kebakaran yang ada saat ini 96 unit. Padahal, pos kebakaran di Jakarta idealnya harus 318 unit.

Kondisi peralatan dan kendaraan yang minim juga dikhawatirkan. Saat ini jumlah motor pompa yang dimiliki 137 unit dari 534 unit yang dibutuhkan. Untuk mobil water supply, hanya ada 5 unit. Sedangkan kebutuhan idealnya mencapai 44 unit.

Artinya, DKI kekurangan 38 unit mobil water supply. Mobil tangga yang sekarang dimiliki berjumlah 11 unit, dengan kebutuhan ideal sebanyak 44 unit. Ketersediaan mobil rescue hanya 6 unit dari 47 unit yang diidealkan. Sedangkan mobil ambulans yang dimiliki hanya 5 unit dari 45 unit yang dibutuhkan. (umi)

 

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar