VIVAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengaku pesimis konsep contra flow atau sistem arus terbalik pada busway bisa diterapkan di Jakarta. Konsep contra flow itu maksudnya adalah bus Transjakarta melaju dari arah berlawanan dengan arus kendaraan lain. Tujuannya menghindari mobil dan motor masuk jalur Busway.
Tapi konsep ini, kata Prijanto, tidak masuk sebab begitu banyak persimpangan jalan di Jakarta. "Kalau kondisi busway masih seperti saat ini, saya berani mengatakan bahwa konsep riskan, atau impossible," tegas Prijanto di Balaikota DKI Jakarta, Kamis 3 Maret 2011.
Salah satu jalur yang dikhawatirkan Prijanto adalah koridor busway Cililitan-Tanjung Priok. Di situ, batas antara jalur transportasi umum dan Busway hanya garis putus-putus. "Kalau berbalik arah apa tidak akan celaka?" Ujarnya.
Kecelakaan mungkin akan sering terjadi di setiap lampu merah. Apalagi tingkat disiplin masyarakat Jakarta masih minim, banyak kendaraan pribadi yang menerobos busway, dan tidak sedikit pejalan kaki yang menyebrang sembarangan.
Karena itu, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengirim tim ke Istambul, Turki, untuk mempelajari sistem contra flow busway. Tim terdiri dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.
"Di sana akan dilihat bagaimana penerapan contra flow bisa baik dan apa yang bisa diterapkan di Jakarta," ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, kajian contra flow secara teoritis sudah dibuat Dishub dan Polda, pada Maret mendatang akan ada tim terpadu yang melihat pelaksanaannya di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono juga menegaskan, konsep contra flow belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Sebab, masih diperlukan beberapa kajian mendalam agar pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar