Selasa, 19 April 2011

Baliho Raksasa Fauzi Bowo Bukan Kampanye

VIVAnews - Pemerintah DKI Jakarta meminta pemasangan baliho raksasa yang memajang foto Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tidak perlu dibesar-besarkan. Karena baliho itu tidak ada hubungannya dengan kampanye jelang Pemilukada 2012.

Menurut juru bicara Gubernur DKI, Cucu Ahmad Kurnia, baliho raksasa yang akan dipasang hingga Mei itu untuk menyambut kegiatan KTT ASEAN 2011 dan dipasang atas imbauan Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri.

"Jadi tidak usah dibesar-besarkan. Karena ini imbauan dari Setneg dan Kemenlu supaya masyarakat bisa peduli dengan acara itu," ujar Cucu di Balaikota DKI Jakarta, Selasa, 19 April 2011.

Menurut Cucu, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan empat baliho dengan versi yang berbeda. Setelah seri pertama yang menonjolkan sosok Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, baliho selanjutnya menginformasikan kegiatan KTT ASEAN.

"Yang ada foto Pak Fauzinya cuma yang satu ini," ujarnya.

Baliho seri terbaru itu sudah bertengger di kawasan Jalan Gatot Subroto, atau persis ada di depan gedung PMI Pusat. Sementara anggaran yang dialokasikan Pemprov DKI untuk lima baliho raksasa itu tidak fantastis jumlahnya. Dana disiapakan dari anggaran APBD yang nilainya tidak lebih dari Rp100 juta.

Seperti diketahui, baliho dengan ukuran 20x26 meter yang memajang foto Gubernur Fauzi Bowo menggunakan baju adat betawi terpasang di gedung Blok G, Balaikota DKI Jakarta, dan menghadap ke jalan Medan Merdeka Selatan. Baliho membentang di 14 lantai dari 22 lantai di gedung itu.

Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Artel Reswan, mengatakan, pemasangan baliho itu sebagai instruksi langsung dari Pemerintah Pusat untuk mendukung Indonesia yang menjadi Ketua ASEAN tahun ini.

"Biayanya kalau tidak salah Rp42 juta. Kami hanya diberi tugas untuk di sekitar Gedung Balaikota," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo membantah pemasangan baliho besar di depan Gedung DPRD DKI Jakarta itu sebagai ajang kampanye menjelang pemilihan Gubernur DKI 2012 mendatang.

"Orang baliho (dipasang) mau ada Konferensi ASEAN kok," kata Gubernur yang akrab disapa Foke ini, di Istana Bogor, Senin kemarin.

Foke mengatakan, tidak menjadi persoalan meski hanya wajahnya yang terpampang di baliho berukuran sekitar 20 X 26 meter. Termasuk jika baliho itu dianggap sebagai curi start Pilkada Gubernur DKI.

"Ya iyalah. Emang yang punya Ibukota siapa?" kata Foke sambil tertawa, saat ditanya wartawan. "Bodo amat, lah gue gubernurnya. Kalau lu gubernurnya, pasang foto lu," lanjutnya. (eh)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar