VIVAnews - Tim dokter forensik yang dipimpin dr Mun'im Idris menemukan sejumlah temuan baru dari jenazah Irzen Octa, korban kekerasan debt collector Citibank. Temuan baru tersebut berbeda dari visum ahli forensik sebelumnya.
Polisi menegaskan bahwa temuan baru itu tidak memiliki dasar yang kuat. "Tidak mungkin dijadikan alat bukti baru penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, di Polda Metro Jaya, Rabu 20 April 2011.
Baharudin pun menegaskan, meski pihak keluarga melakukan otopsi ulang, namun kepolisian tetap merujuk pada hasil otopsi sebelumnya. "Sampai saat ini penyidik Polres Jakarta Selatan tidak akan melakukan otopsi ulang. Bukti untuk penyidikan sudah cukup, tidak perlu lagi ada visum ulang," ujarnya.
Menurut Baharudin, hasil otopsi yang dilakukan polisi itu pun siap diungkapkan pada persidangan. "Hasil visum akan dijabarkan saat kasus Irzen Octa sudah sampai di persidangan," lanjutnya.
Meski penyidik tidak akan menggunakan hasil visum ulang, namun Baharudin tidak menampik kemungkinan dokter forensik yang melakukan visum ulang untuk di-BAP dan dijadikan saksi ahli saat persidangan. "Tapi itu semua kembali kepada kebutuhan penyidikan," ujarnya.
Otopsi ulang terhadap jenazah Irzen Octa dilakukan karena dua hasil otopsi yang dikeluarkan dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Ade Firmansyah, dianggap memiliki kejanggalan.
Ada dua hal yang dianggap bertentangan. Dua surat hasil otopsi yang diterbitkan pada tanggal dan jam yang sama itu menjelaskan perbedaan hasil otopsi Irzen.
Hasil visum pertama, menunjukkan ada luka lecet pada hidung akibat kekerasan benda tumpul, serta tanda-tanda mati lemas. Pada lembar pertama ini, sebab pasti kematian Irzen belum dapat ditentukan sebelum pemeriksaan bedah jenazah.
Sementara itu, hasil visum kedua menyebutkan bahwa sebab kematiannya adalah pecahnya pembuluh darah di bilik otak dan di bawah selaput keras otak hingga menekan batang otak.
Rabu, 20 April 2011
Polisi Tak Akan Otopsi Ulang Irzen Octa
Eci, istri Irzen Octa nasabah Citibank yang tewas dianiaya (Antara/ Andika Wahyu)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar