Selasa, 22 November 2011

Jasad Terakhir Suporter Timnas Dimakamkan

VIVAnews - Suasana duka disertai isak tangis keluarga mewarnai pemakaman Aprilianto Eko Wicaksono (13), suporter Timnas Indonesia yang meninggal saat laga final SEA Games di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Selasa 22 November 2011.

Jenazah Aprilianto dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Carang Kulang Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari pantuan VIVAnews.com, tampak Suprapti, ibu Aprilianto yang mengenakan baju biru dan kerudung putih tak kuasa menahan tangis saat jenazah anaknya dimasukan ke liang kubur. Siswa kelas 2 SMPN 1 Kelapa Dua, Tangerang itu, dimakaman berdekatan dengan makam ayahnya, Siriwindo yang meninggal tiga tahun lalu.

Jenazah anak pertama dari dua bersaudara pasangan alharhum Siriwindo dan Suprapti Aprilianto, dibawa dari rumah duka, Perum II Jalan Danau Batur 5 No.1 RT 1, RW 7, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

"Kami keluarga sangat kehilangan. Apri meninggal masih mengenakan baju Timnas berwarna merah dengan lambang Garuda di dada, serta celana hitam," ujar paman korban Sugihadi, Rabu 24 November 2011.

Diceritakan Sugihadi, Aprilianto pergi bersama delapan orang temannya, yang sebagian diantaranya merupakan teman sekolahnya ke Gelora Bung Karno (GBK) sejak pukul 13.00 WIB.

"Setelah ibunya memberi izin, dia kemudian pergi. Bawa uang Rp86 ribu untuk beli tiket," ujarnya.

Tapi nahas, Aprilianto tewas tehimpit dan terinjak-injak saat berusaha masuk stadion. Meski sempat dievakuasi dan diberikan pertolongan, tapi tetap tidak tertolong.

"Dari hasil pemeriksaan, ada luka memar di badan dan luka di wajahnya karena terinjak-injak. Tubuhnya memang kecil," kata Sugihadi.

Berita duka mengenai meninggalnya Aprilianto baru disadari keluarga karena anak berbadan kurus itu tidak kunjung pulang hingga pagi. Melihat pemberitaan banyak korban luka saat masuk stadion, keluarga kemudian mulai mencari. Dari stadion, keluarga disarankan mencari ke UGG Rumah Sakit Mintohardjo.

"Katanya ada penonton yang terluka saat menyaksikan pertandingan, tapi saat di sana saya tidak menemukannya," kata Sugihadi lagi.

Setelah mendapat keterangan mengenai ada dua korban meninggal dan sudah berada di RSCM, Sugihadi segera mendatangi rumah sakit itu.

"Saya melihat dia (Aprilianto) sudah meninggal. Saya langsung mengabarkan seluruh keluarga," katanya.

Terkait kejadian ini, keluarga Aprilianto berharap ada bantuan dari PSSI. Selain korban adalah anak yatim, ibunya saat ini hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Keluarga juga berahap kejadian ini tidak terulang lagi.

Almarhum Aprilianto Eko Wicaksono, merupakan sosok yang pendiam. Dia meninggalkan Bagus Dwiguna, adiknya yang masih berusia delapan tahun.

Laporan: Muhammad Iyus | Tangerang, umi

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar