VIVAnews - Sekolah Pangudi Luhur menyesalkan pembunuhan yang dialami siswa kelas III bernama Raafi Aga Winasya Benjamin, di Cafe Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 5 November 2011.
Menurut Wakil Kepala Sekolah PL, Heri Prasetya, Raafi merupakan siswa cerdas di sekolah. Sehingga sekolah memperbolehkan Raafi memanjangkan rambutnya.
"Kebijakan di sekolah, bila ada siswa berambut gondrong artinya dia memiliki nilai di atas rata-rata 7. Dan itu diperbolehkan. Raafi salah satu siswa yang rambutnya gondrong," ujar Heri Prasetya kepada VIVAnews.com, Senin 7 November 2011.
Heri yang juga guru Fisika Raafi menambahkan, bahwa muridnya itu seorang siswa yang aktif. Ia menjadi tim inti basket PL serta menjadi anggota OSIS bidang keamanan. Raafi punya kemauan keras untuk belajar dan terbilang paling terkenal. Tapi Heri menyangkal jika ada musuh yang sengaja membunuh siswanya itu.
"Siswa baik dan terbuka. Dia bukan murid pendiam dan heboh. Dia tidak masuk kelompok apapun, jadi kami yakin tidak ada musuh," jelas Heri.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu, 5 November 2011 dini hari yang lalu, Raafi tewas ditusuk orang tak dikenal saat acara ulang tahun temannya. Penusukan terjadi ketika remaja ini asyik berjoget. Sebelumnya, dirinya terlibat percekcokan karena saling senggol.
Raafi sempat dilarikan ke RS Siaga Pasar Minggu, namun sayang, nyawanya tetap tidak tertolong. Dia meregang nyawa saat dalam perjalanan. (umi)
Selasa, 22 November 2011
Pangudi Luhur Bantah Raafi Ditusuk Musuh
Raafi Aga Winasya Benjamin (Facebook)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar