VIVAnews - Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Gatot Edi Pramono mengatakan, pihaknya belum menemukan alat bukti dalam kasus pembunuhan Raafi Aga Winasya Benjamin.
Meski belum menemukan bukti, Polda Metro Jaya, kata Gatot, akan membantu penyidik Polres Jakarta Selatan untuk mendalami kasus tersebut. "Masih didalami, sementara belum ada (tersangka)," ujar Gatot, Kamis 17 November 2011.
Dijelaskan Gatot, meski sudah diketahui pemicu diserangnya kelompok Pangudi Luhur oleh kelompok lain karena melempar puntung rokok, tetapi pihaknya belum mengindikasikan siapa pelaku penusukan tersebut.
Gatot mengakui, pihaknya belum berhasil menemukan alat bukti yang digunakan pelaku untuk menusuk Raafi.
Berdasarkan keterangan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Imam Sugianto, Raafi diduga ditusuk menggunakan pisau bukan botol, karena diperut Raafi tidak ada luka berupa lingkaran, melainkan lurus seperti menggunakan pisau.
"Untuk menetapkan tersangka membutuhkan alat bukti, alat buktinya belum ada. Kami sedang mencari itu, karena polisi butuh bukti yuridis untuk menetapkan tersangka," kata Gatot.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil pra rekonstruksi pada hari Senin, diketahui teman Raafi melemparkan puntung rokok kesalah satu meja didekat meja yang disewa oleh siswa Pangudi Luhur.
Hingga hari ke 10, polisi sudah melakukan pemeriksan terhadap 47 orang saksi, 13 diantaranya saksi dari kelompok Michael. Helmy dan Febri yang masuk dalam kelompok Michael sempat diperiksa dua kali oleh penyidik, tetapi pemeriksaan kedua kalinya itu hanya pemeriksaan tambahan.
Minggu, 20 November 2011
Polisi Belum Punya Alat Bukti Penusukan Raafi
Raafi Aga Winasya Benjamin, Siswa SMA Pangudi Luhur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar