VIVAnews - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab, angkat bicara mengenai aksi bakar diri seorang pria di depan Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu 7 Desember 2011 kemarin.
Dalam keterangan kepada wartawan, Untung kembali menegaskan, pria nekad itu bukan bagian dari pengujuk rasa Kepala Desa di Istana Negara yang sudah bubar sejak pukul 16.00 WIB.
"Lelaki itu terlihat menyeberang jalan dari arah Medan Merdeka Barat ke depan Monumen Nasional (Monas). Saat bersama terlihat kepulan asap dari tubuh pria tadi" ujar Untung, Kamis, 8 Desember 2011. Dia mengguling-gulingkan badannya.
Secara kebetulan, masih ada empat petugas yang melakukan penjagaan dan kemudian melakukan pertolongan. Tubuh pria itu ditutupi jaket dan disiram dengan air. Ternyata masih hidup.
Saat ditolong, ada bungkusan yang isinya tiga botol air mineral besar, dua botol kosong, dan satu botol lagi isi bensin. Dari dua botol yang kosong juga berbau bensin.
Kemudian yang dua kosong ini bau bensin juga. Sehingga kemungkinan dia menyiapkan diri untuk menyiramkan bensin ke tubuhnya. Di situ ada kaos yang sebagian terbakar kemudian ada alat-alat mandi.
Saat ini dia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Untung menerangkan, pria itu memiliki tinggi sekitar 170 cm, berat 80 kg.
"Kalau terbakar kan melembung mungkin beratnya bisa lebih lagi. Umurnya sekirtar 42 tahun," ujar dia.
Sedangkan identitasnya belum diketahui. Begitu juga motivasinya apa, karena belum dapat dimintai keterangan. "Apa memang ada masalah keluarga atau apa atau ada masalah lain, kami belum tahu," ucap Untung. (adi)
• VIVAnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar