VIVAnews - Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) akan menyelidiki kepemilikan pelat nomor kendaraan yang diduga keluaran lembaga tersebut. Mobil tersebut digunakan oleh F, tersangka penusuk siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin, saat melakukan penusukan.
Kepala Biro Humas Settama Lemhanas RI, Brigadir Jenderal TNI, Irwan Kusnadi, mengatakan pihaknya akan mengenai sanksi apabila terbukti ada anggota Lemhannas yang membantu pembuatan pelat palsu itu.
"Itu mobil siapa, masih dicek. Itu mobil pribadi. Kalau dinas, tidak pernah ada mobil Ford New Everest itu. Lemhannas beserta Kapolri akan menindaklanjuti mobil ini," kata Irwan Kusnadi saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa, 6 Desember 2011.
Menurut Irwan, semua nomor pelat kendaraan yang dikeluarkan terdaftar, sedangkan nomor pelat kendaraan pada mobil tersangka F tidak teregistrasi di Lemhannas.
"Surat edaran Gubernur Lemhanas sudah jelas, apabila ada pelanggaran akan ditindaklanjuti. Jika ada keterkaitan organik (orang dalam Lemhannas) akan diproses. Tapi kalau orang luar akan diselesaikan pihak kepolisian. Prosedurnya ada di kepolisian," kata dia.
Irwan mengatakan, Lemhannas segera melakukan langkah penyelidikan di intra lembaga.
Apabila terbukti ada pihaknya yang membantu pembuatan pelat nomor kendaraan itu maka ada tindakan administrasi, sanki sampai pengambilalihan.
Sedangkan, mengenai kabar bahwa tersangka F membeli pelat tersebut dari orang dalam Lemhannas seharga Rp5 juta, Irwan mengaku belum mengetahuinya.
"Latar belakang ini sedang kami selidiki dapat pelat ini dari mana, apa organik yang melanggar, sedang kami selidiki. Mobil dan nomor itu bukan keluaran Lemhannas, nomor ekor -12 itu saat Lemhanas masih di bawah Kemhan," tuturnya.
Salah satu petugas Lemhannas menjelaskan nomor ekor plat kendaraan yang digunakan pejabat Lemhannas di antaranya -00 untuk pimpinan, -01 untuk deputi pendidikan, -02 untuk deputi pengkajian, dan -03 untuk deputi pemantapan nilai-nilai kebangsaan. Jenis kendaraan yang digunakan antara lain sedan Honda City, Avanza, dan Hyundai.
Untuk kendaraan Gubernur Lemhannas, yakni Camry Royal Saloon, setingkat dengan kendaraan yang digunakan Menteri. Semua kendaraan tersebut rata-rata berwarna hitam. (umi)
• VIVAnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar