Senin, 19 Desember 2011

MRT Lebak Bulus-Bundaran HI, Dimulai 2012

VIVAnews - Kepala Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Shita Damayanti, mengatakan hingga saat ini proses pembebasan lahan untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Tahap I (Lebak Bulus – Bundaran HI), baru 85 bidang, dari 198 bidang lahan yang dibutuhkan.

Sedangkan selebihnya atau sebanyak 113 bidang ditargetkan pembebasannya tuntas hingga akhir 2012. 

"Sampai sekarang ada 85 bidang yang dibebaskan untuk koridor-koridor MRT dari daerah Lebak Bulus, Pondok Pinang, sampai sekitar Jalan Fatmawati," kata Shita di Jakarta, Selasa 20 Desember 2011.

Dia menjelaskan, 85 bidang itu seluas 2.465 meter persegi, dengan pembayaran sebesar Rp 40 Miliar. Sedangkan sisa 113 bidang tanah yang belum dibebaskan mencapai 17.000 meter persegi.

"Memang masih kurang banyak. Kendalanya adalah masih seputar tawar menawar. Sebab banyak bidang tanah yang merupakan tempat usaha, jadi mereka minta dipikirkan kelanjutan usahanya saat pembangunan," ujarnya.

Menurut dia, untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Jika ada pemilik tanah yang merasa dirugikan, dipersilakan mengajukan penawaran.

"Kalau merasa rugi hanya dibeli sebagian, dan minta dibeli semua harus mengajukan permohonan ke Dinas PU karena mereka yang memutuskan," ucap dia.

Persiapan konstruksi mulai April 2012

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan rencana MRT Jakarta Tahap I sudah mencapai kemajuan yang cukup signifikan. Kemajuan ini didasarkan pada terbitnya No Objection Letter (NOL) dari JICA atas daftar pendek para calon kontraktor pekerjaan sipil MRT Jakarta Tahap I pada 7 Desember 2011 yang lolos prakualifikasi.

“NOL tersebut telah dan akan ditindaklanjuti PT MRT Jakarta dengan kegiatan antara lain hasil prakualifikasi calon kontraktor pekerjaan sipil telah diumumkan PT MRT Jakarta pada 8 Desember 2011. Kemudian dilanjutkannya tender dan ditargetkan penandatanganan kontrak dilaksanakan pada September 2012,” kata Fauzi Bowo.

Sambil menunggu proses pelaksanaan tender konstruksi sipil, Fauzi telah menginstruksikan PT MRT Jakarta agar pelaksanaan awal pekerjaan persiapan konstruksi dapat dilaksanakan selambat-lambatnya April 2012.

Berupa kegiatan-kegiatan seperti pelebaran Jalan Fatmawati, relokasi utilitas, relokasi Terminal Lebakbulus atau pengaturan rute angkutan umum di Terminal Lebakbulus, pemindahan beberapa halte busway, depo material dan peralatan konstruksi.

“Saya telah menginstruksikan dinas-dinas terkait dibawah Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung proyek ini sehingga  proses pembebasan lahan dapat dilaksanakan tepat waktu dan mendukung percepatan pelaksanaan konstruksi MRT Jakarta sehingga target operasi 2016 dapat tercapai,” ujarnya.

 

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar