Sabtu, 17 Desember 2011

Polda Metro Cek Psikologis Istri Polisi

VIVAnews - Bagian Psikologi Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya, akan melakukan pemeriksaan terhadap E, istri perwira polisi tingkat pertama yang mengaku diperkosa perampok di rumahnya pada Minggu dini hari lalu.

Kepala Bagian Psikologi Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Arif Nurcahyo mengatakan, permintaan pemeriksaan terhadap E sudah diajukan Polres Depok.

"Belum dilaksanakan, baru observasi awal. Hari ini pemeriksaan stretching, dan  pengambilan data paper and pencil," ujar Nurcahyo, Selasa, 14 Desember 2011.

Ditambahkan Nurcahyo, terkait dengan dugaan rekayasa laporan, akan dicari kejanggalan psikologis terhadap diri E. Apakah yang bersangkutan merekayasa laporannya atau tidak.

"Jika ada indikasi, harus dibuktikan karena ada kejanggalan di TKP. Selain itu, ada beberapa lompatan dan akan dilihat juga loncatan psikologisnya," katanya.

Diawal laporan, E mengaku diperkosa oleh perampok di dalam rumah sehabis mengambil handphone miliknya. Tapi belakangan diketahui bahwa E tidak diperkosa, melainkan menerima tindakan pelecehan seksual.

Menurut Nurcahyo, kondisi seseorang yang habis diperkosa akan sangat sulit menceritakan secara detail tentang kejadian yang menimpanya. Tetapi, kondisi itu tidak ditemukan dalam kasus E ini.

"Kita punya data korban perkosan seperti apa. Butuh waktu lama untuk korban perkosaan bercerita. Kalau E cepat, dan sudah bisa cerita begitu detil," katanya.

Sebelumnya, Polres Depok tetap akan melanjutkan perkara ini meski seluruh laporan yang dibuat E, rekayasa atau palsu. Saat ini sudah dilakukan pendalaman mengenai motif pada kejadian itu. (umi)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar