VIVAnews - Mantan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Purn) Mohammad Sofyan Yacob, membantah tudingan satuan pengamanan perumaham melaporkan dirinya ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan mengumbar tembakan di Resor Mediterania, Jakarta Utara. Sofyan Yacob juga tinggal di resor itu.
Menurut Soyfan, apa yang dilaporkan itu tidak pernah terjadi. Dia justru menuding adanya oknum yang sengaja memanfaatkan satuan pengaman itu untuk merusak nama baik institusinya.
Sofyan menjelaskan kronologis kejadian itu. Kata dia, peristiwa itu terjadi pada 2010. Ketika itu dirinya beserta tim tenis meja yang bernama All Star akan membuat kejuaran nasional di gedung olahraga yang berada di dalam komplek.
"Pada waktu itu umbul-umbul serta spanduk kejuaran disabotase oleh warga berinisial MK. Dia menyuruh S dan D untuk mencabut umbul-umbul dan membakar.
Saya sempat menayakan alasan pembakaran. Katanya mareka tidak senang adanya kejuaran tersebut," kata Sofyan saat dihubungi VIVAnews, Selasa 20 Desember 2011. Istri MK adalah ketua RW di lingkungan itu.
Melihat sikap seperti itu, akhirnya Sofyan memilih untuk melaporkan ke Polsek Penjaringan dengan nomor polisi 232/K/V/2012/Sek Penjaringan pada tanggal 21 Mei 2010 tentang pembakaran spanduk dengan ancaman pasal 170 KUHP.
Setelah diproses, dan berkas penyidikan hampir lengkap atau P21, dari keluarga MK mendatangi dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Dari situ dirinya menerima permohonan maaf MK.
"Tuhan saja memaafkan umatnya, masa saya tidak. Akhirnya kami mendatangi polsek penjaringan untuk membuat surat perjanjian dengan tidak mengulangi perbuatan dan saling menghormati, kami pun menyetujuinya. Perjanjian itu dihadiri oleh Kapolsek langsung," ujarnya.
Jelang satu tahun kasus tersebut, tepatnya Agustus 2011, Sofyan menganggu diganggu lagi oleh MK. Dirinya yang sedang bermain tenis meja bersama dengan Roy Indrajaya dilarang untuk main di gedung tersebut.
Baju Roy ditarik satuan pengaman perumahan dan disuruh keluar dari tempat khusus untuk olahraga itu. Sofyan sempat menanyakan alasan menyuruh dia dan temannyaa keluar.
Dikatakan Sofyan, tidak ada alasan yang pasti mengapa dirinya diusir, "Pokoknya tidak boleh. Saya bilang ini dikriminasi kenapa saya tidak boleh masuk. Tempat ini kan untuk olahraga, kenapa hanya tenis meja saja yang tidak diperbolehkan bermain," kata dia.
Karena tidak senang dengan perlakuan tersebut, Sofyan langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Penjaringan untuk kekdua kalinya. Ketika dirinya melaporkan, ternyata satuan pengaman melaporkan balik dirinya ke Polda Metro Jaya dengan kasus umbar tembakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar