VIVAnews - Badan Layanan Umum TransJakarta masih mengkaji perluasan penambahan jam operasional bus TransJakarta hingga larut malam di Koridor lainnya. Sebelumnya, penambahan jam operasional itu telah terlebih dahulu diberlakukan di koridor IX (Pinang Ranti-Pluit).
"Sekarang ini kami uji coba di koridor IX. Selama uji coba akan dilakukan evaluasi, baik jumlah penumpang, sistem operasionalnya, informasi, dan semua kerepotan yang ada," kata Kepala BLU TransJakarta, Muhammad Akbar, saat ditemui VIVAnews.com di Jakarta, Minggu 20 Maret 2011.
Nantinya, dari kajian ini, menurut Akbar, akan dipakai untuk pengembangan ke depan, apakah diperluas di koridor lainnya. "Jadi, semua tergantung evaluasi dan masukan dari masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, saat diberlakukan penambahan jam operasional bus TransJakarta sejak Jumat hingga Sabtu kemarin di koridor IX, jumlah penumpang mencapai 450-500 orang. "Jumlah itu terhitung mulai dari pukul 22.00 WIB," kata Akbar.
Akbar menambahkan, pengoperasian bus TransJakarta Koridor IX hingga larut malam diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp200 juta sebulan. Selain itu, membutuhkan pekerja tambahan dan pengeluaran ekstra.
"Total petugas yang dikerahkan sebanyak 89 orang. Mulai dari petugas loket, pintu masuk, di dalam bis, satgas di jalan, petugas pencatat odometer dan waktu, juga petugas pengumpul uang dari kasir," tuturnya.
Namun, Akbar menambahkan, dengan perkiraan 700 penumpang setiap malam, maka dapat diproyeksikan pendapatan sebulan sekitar Rp73 juta.
Selain itu, pihaknya harus menciptakan shift ketiga, sesuai aturan Kementerian Tenaga Kerja. Shift satu dan dua berdurasi delapan jam, sedangkan shift tiga ini hanya satu jam lebih.
Sebab, Akbar menjelaskan, jika waktu kerja diperpanjang atau dihitung lembur itu ada batasnya. "Lembur itu sifatnya insidentil. Kalau ini kan terus menerus setiap hari, jadi harus ada shift ketiga meski cuma sebentar," tuturnya.
Dia menambahkan, pemberangkatan bus terakhir yakni pukul 23.00 WIB dari Pluit dan dari PGC II yang di dalam pertokoan. Namun, waktu kedatangan di setiap halte berbeda-beda, seperti misalnya halte Semanggi tutup loket pukul 23.23 WIB. "Di Semanggi, kalau ada yang datang pukul 23.30 masih dilayani. Kami akan pasang informasi di tiap halte, jam tutupnya (bus terakhir)," tutur dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus TransJakarta larut malam mulai beroperasi di beberapa halte di koridor IX. Hanya 14 halte yang akan melayani operasi bus TransJakarta larut malam, yakni Cililitan/PGC2, Cawang UKI, Cawang Ciliwung, Pancoran Tugu, Kuningan Barat, Jamsostek Gatot Subroto, Semanggi, Slipi Petamburan, Slipi Kemanggisan, RS Harapan Kita, Tomang Central Park, Grogol 2, Penjaringan, dan Pluit.
Jadwal halte busway malam hari (terakhir) di Koridor IX:
1. Halte PGC II (23.00)
2. Halte Cawang UKI (23.03)
3. Halte Cawang-Ciliwung (23.08)
4. Halte Tugu Pancoran (23.13)
5. Halte Kuningan Barat (23:18)
6. Halte Jamsostek (23.20)
7. Halte Semanggi (23.23)
8. Halte Slipi Petamburan (23:27)
9. Halte Slipi Kemanggisan (23:27)
10. Halte RS Harapan Kita (23:26)
11. Halte Tomang Central Park (23:21)
12. Halte Grogol II (23:15)
13. Halte Penjaringan (23:05)
14. Halte Pluit (23:00)
Sejumlah halte yang tidak melayani selepas pukul 23.00 WIB di Koridor IX: Halte BNN, Halte Cikoko Stasiun Cawang, Halte Tebet BKPM, Halte Pancoran Barat, Halte Tegal Parang, Halte LIPI, Halte JCC, Halte Latumeten, Halte Jembatan Besi, Halte Jembatan Dua, dan Halte Jembatan Tiga. (art)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar