Rabu, 23 Maret 2011

Polisi: Cicit Soeharto Teman AKBP ES

VIVAnews - Penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengkonfrontir Cicit mantan Presiden Soeharto, Putri Aryanti Haryowibowo, dengan tiga tersangka lainnya yang ditangkap secara bersamaan.

"Pemeriksaan kali ini, yakni mengkonfrontir Putri dengan tiga orang tersangka lainnya," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Anjan Pramuka Putra di Jakarta, Rabu 23 Maret 2011.

Ia menjelaskan, penyidik sengaja mengkonfrontir empat orang tersangka yang ditangkap, mereka adalah JS, GN, ES dan PA, untuk menggetahui siapa pemilik barang bukti sabu seberat 0,88 gram yang ditemukan saat penggerebakan tersebut. Selain itu, penyidik juga menggali keterangan dari keempatnya dari mana sabu itu diperoleh.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ungkap Anjang,diketahui bahwa hubungan perwira polisi menengah ES dan Putri memang berteman. Namun, Anjan tidak menjelaskan secara pasti hubungan pertemanan tersebut seperti apa. "Pemeriksaannya kan belum selesai saya belum dapat laporan. Hubungannya PA dengan ES sebatas kenal saja," tegas dia.

Menurutnya penyidik masih mendalami dan terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

Pemeriksaan terhadap Putri dilakukan sejak pukul 10.00 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, Putri didampingi empat pengacara. "Kami mendampingi Putri dalam pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," kata salah satu pengacaranya, Ramadhan Alrasyid.

Usai menjalani pemeriksaan pada hari ini, Putri juga mendapat kunjungan dari para teman-teman kuliahnya. Namun saat dimintai keterangan oleh wartawan, teman-teman Putri yang keluar usai menjenguk tidak bersedia memberikan komentar, bahkan berusaha mengindari wartawan.

Berdasarkan, pantauan VIVAnews.com, Putri yang merupakan mahasiswi London School Public Relation Jakarta, terlihat menggunakan baju kaos putih dan celana pendek motif kotak-kotak ketika dibawa oleh penyidik dari rutan tahanan Narkoba Polda Metro Jaya menuju ke ruang penyidik. Kondisi ini berbeda dengan tahanan lainnya, yang diwajibkan menggunakan seragam tahanan berwarna orange.

Perlakuan istimewa oleh polisi juga terlihat, ketika ayah Putri, Ari Sigit dapat memarkir kendaraannya di halaman Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Senin malam, 21 Maret 2011. Padahal, biasanya pembesuk tahanan umumnya tak diperbolehkan memarkir kendaraan di sana.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar