VIVAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, menggelar 'curah pendapat' tentang transportasi Jakarta, untuk mencari solusi kemacetan yang makin mengkhawatirkan.
Pokok pembicaraan adalah sistem transportasi massal yang belum terintegrasi dengan baik, sehingga masyarakat tidak tertarik beralih.
Pemerintah DKI Jakarta mengundang Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, sejumlah pakar transportasi, dan kebijakan publik.
"Masalah kemacetan memang jadi fokus Pemprov DKI. Semoga banyak usulan yang konkrit bagi masalah ini," ujar Prijanto saat membuka acara di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Rabu 2 Maret 2011.
Adalah Agus Pambagyo, salah satu pakar transportasi dan kebijakan publik yang ikut memaparkan analisisnya. Dalam penjelasan Agus, salah satu faktor penyebab ibukota terbelenggu kemacetan karena pemimpin yang tidak tegas.
"Sebelumnya saya minta maaf kepada Pemda. Sejauh ini saya tidak pernah merasa punya Gubernur, karena kita perlu ketegasan. Kalau perlu sedikit gila, karena untuk mengatasi kemacetan ini diperlukan pengambilan keputusan yang tegas," tuturnya.
Menurut Agus, masalah leadership seharusnya lebih ditonjolkan untuk kepentingan Jakarta. Sebab, pemimpin dalam hal ini gubernur harus bisa memaksimalkan peran, bahkan untuk kebijakan yang tidak populis sekali pun.
Agus mengungkapkan,berbagai persoalan yang terjadi di Jakarta, juga berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.
"Lihat saja, kini muncul berbagai macam penyakit akibat stress dan menghirup udara yang kadar racunnya sangat tinggi, ini nyatanya memang terjadi di Jakarta, kualitas udara di sini sudah tidak sehat," ungkapnya.
Tak hanya itu, Agus pun menegaskan agar Pemprov DKI tidak hanya berbicara mengenai rencana penambahan koridor busway pada 2012 hingga 15 koridor. "Jangan melebarkan koridor sebelum armada bus terpenuhi. Bangun juga SPBG di sepanjang koridor dan segera bangun off street (parkir dalam gedung)," katanya. (umi)
• VIVAnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar