VIVAnews – Solar yang tumpah dari kapal tongkang yang karam milik PT Pelayaran Hub Maritim Indonesia (PHMI) mulai mencemari perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Tumpahannya, kini meluas hingga dua kilometer persegi atau satu mil dari lokasi kapal tenggelam.
Upaya penanganan sedang dilakukan. Pagi ini, Rabu, 2 Maret 2011, aparat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bekerjasama dengan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok, Pertamina, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jakarta, dan PT PHMI turun ke lokasi. Petugas akan menyedot tumpahan minyak.
"Kami sudah menyiapkan dua kapal penyedot dan kapal tongkang lain untuk menampung minyak yang bocor," kata Agus Trimurtoyo.
Kepala Administrator Pelabuhan, Kepulauan Seribu, Darmadi, menambahkan, pihaknya mengupayakan agar pemilik kapal tongkang segera bertanggung jawab pada kasus ini.
Kapal tongkang PB 17 yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priuk, tenggelam di Perairan Pulau Pari, pada Senin, 28 Februari 2011 sekitar pukul 16.00 WIB. Dugaan sementara, kapal tenggelam karena dihempas gelombang tinggi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian, menurut Darmadi, tongkang itu sedang ditarik Tug Boat Bengkalis menuju ke Pelabuhan Merak dari Pelabuhan Tanjung Priok. "Tongkang itu membawa minyak solar (HSD) sebanyak 4.800 liter," katanya.
Bupati Kepulauan Seribu, Ahmad Ludfi, berharap tumpahan solar segera ditangani karena area yang tercemari makin meluas. Dia menilai penanganan kasus ini lamban. Bila tidak segera dituntaskan, Ahmad akan menuntut pemilik kapal. "Kalau benar-benar merusak perairan Pulau Seribu, tidak menutup kemungkinan kami akan lakukan penuntutan, karena dampaknya sangat merugikan," katanya. (adi)
Laporan : Arnes Ritonga | Jakarta Utara
Rabu, 02 Maret 2011
Solar Kapal Karam Cemari Kepulauan Seribu
Air laut tercemar tumpahan minyak (AP Photo/Gerald Herbert)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar