Senin, 21 November 2011

Tim Advokasi PL: Ada yang Pancing Keributan

VIVAnews - Kepolisian pernah mengungkapkan bahwa penyebab penyerangan hingga terjadinya penusukan terhadap siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya adalah pelemparan puntung rokok.

Hal ini dibantah keras oleh tim advokasi Brawijaya IV, tim advokasi yang ditunjuk oleh alumni SMA Pangudi Luhur untuk kasus pembunuhan Raafi.

Menurut juru bicara tim advokasi Brawijaya IV, Allova Mengko, ada seorang dari kelompok lain yang sengaja memancing keributan dengan menabrakkan tubuhnya ke kelompok siswa Pangudi Luhur saat berjoget. Temuan ini, kata Allova, berdasarkan keterangan saksi dan temuan lainnya di lapangan.

"Mereka pada saat itu sedang berkumpul, berjoget. Tapi ada satu orang yang sengaja menyenggol-nyenggol mereka (siswa PL)," ujar Allova saat berbincang dengan VIVAnews.com, Senin 21 November 2011.

Dikatakannya, kalau pun ada pelemparan puntung rokok, itu hanya reaksi setelah terjadinya aksi keributan antar kelompok PL dengan kelompok lain yang disinyalir kelompok orang berinisial M. Pada saat itu juga, tidak ada wanita lain yang disenggol oleh siswa PL.

"Satu orang ini sengaja menyenggol kelompok siswa ini. Lalu memukul. Itu awal perselisihan mereka, hingga terjadinya penusukan. Ini yang belum diungkit. Ini ada pemancing keributan," katanya.

Allova justru mempertanyakan arah penyidikan kasus kematian Raafi. Dia melihat, penyidikan sepertinya diarahkan menjadi aksi bentrok antar dua kelompok. Bukan mencari pelaku pembunuhan Raafi. Padahal, penyidikan sudah berlangsung cukup lama.

"Di situ ada kelompok lain, ada pihak lain. Hanya mencari tersangka, polisi kesulitan. Dari kelompok yang ada di situ kan bisa diperiksa. Penyidikan ini sudah berlangsung lama, tapi belum ada tersangka," tuturnya.

Selain itu, menurutnya, tidak ada dendam diantara siswa PL dengan kelompok M. Bahkan kelompok siswa PL tidak mengenal kelompok M itu.

"Kelompok M itu kan polisi yang menyebut, kami tidak menyebut. Dari keterangan siswa, mereka tidak kenal. Kelompok ini kan usianya diatas 30 tahunan. Nah siswa ini kan anak SMA. Kenapa mereka ga suka, saya juga ga ngerti," tuturnya.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Imam Sugianto kepada VIVAnews.com menegaskan bahwa kepolisian serius menyelidiki kasus ini dan fokus pada pelaku.

"Berdasarkan pra rekonstruksi kemarin, kami sudah mengetahui posisi masing-masing, saat kejadian. Kami fokus ke arah pengeroyokannya dulu," ujarnya kepada VIVAnews.com.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar