Selasa, 27 Desember 2011

"Demo Mahasiswa UBK Bukan Aspirasi Demokrasi"

VIVAnews - Kasus pelemparan batu terhadap Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Pol. Romano Agnesta Yoyol, saat mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) berunjuk rasa, disesalkan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S. Rajab. Ia bahkan menganggap aksi demonstrasi itu bukan merupakan aspirasi demokrasi.

"Aspirasi boleh disampaikan sesuai etika dan aturan hukum. Kejadian itu sangat disesalkan," kata Untung di Jakarta, Jumat, 16 Desember 2011. Kapolda berharap agar setiap aksi unjuk rasa digelar dengan mentaati peraturan yang berlaku.

Soal kondisi Kapolres Yoyol, menurut Untung, kini sudah mulai membaik meski masih harus menjalani perawatan medis. "Dia membaik dan sudah diopname. Penyelidikan kasus pelemparan itu masih berlanjut, tetapi kami tidak akan menahan mahasiswa," katanya.

Rabu sore kemarin, 14 Desember 2011, sekitar 100 mahasiswa UBK menggelar unjuk rasa di depan kantor LBH Jakarta sebagai solidaritas terhadap aksi bakar diri Sondang Hutagalung. Karena mengakibatkan kemacetan dan tidak memiliki izin, aksi itu dibubarkan paksa oleh polisi. Tapi, mahasiswa justru menyerang petugas dengan lemparan batu. Bentrok antara polisi dan mahasiswa tak terhindarkan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Romano Yoyol terluka, terkena lemparan batu di kepala. Dia dilarikan ke Klinik Wellness dan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Sebanyak 10 mahasiswa ditangkap polisi. Empat mahasiswa dirawat di Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya. Mereka luka memar dihajar polisi yang bertugas. (kd)

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar