Senin, 12 Maret 2012

Pembangunan MRT Dimulai Awal Mei

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjelaskan bahwa proses pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT di Jakarta segera dilaksanakan. Awal Mei mendatang, kata Fauzi, ground breaking atau peletakan batu pertama akan dilakukan.

"Semua memang masih dalam jadwal, tapi tidak ada perubahan signifikan," kata pria yang disapa Foke itu usai rapat pimpinan di Gedung Balaikota, Jakarta, Senin 12 Maret 2012.

Meski tidak ada perubahan yang signifikan, Foke meminta agar pengembang mengevaluasi lagi rencana pembangunan satu stasiun MRT di sekitar Al Azhar hingga gedung ASEAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Karena itu terlalu dekat dengan Blok M. Saya sarankan jadikan satu ke Blok M saja, sehingga kereta masuknya bisa lebih landai ke bawah tanah di sekitar Al Azhar tadi," katanya.

Pemprov DKI Jakarta akan membangun jalur MRT Utara-Selatan sebagai tahap pertama program MRT, yakni rute Lebak Bulus- Bundaran HI. Dana yang dibutuhkan untuk jalur rute tersebut mencapai 144,322 miliar yen atau sekitar Rp15 triliun. Dana tersebut terbagi menjadi dana porsi pinjaman sebesar 120,017 miliar yen atau hanya sebesar 0,2 persen dan pembangunannya diambil dari APBN dan APBD sebesar 24,305 miliar yen.

Panjang lintasan MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI rencananya 15,5 kilometer. Rinciannya 10,5 kilometer di permukaan tanah, serta 5 kilometer di bawah tanah.

Sebanyak enam stasiun bawah tanah pun juga akan dibangun di sepanjang rute tersebut, yakni di Masjid Al Azhar, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia, dan tujuh stasiun elevated yakni di Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

Nantinya, MRT tersebut diharapkan mampu mengangkut 960.000 orang per hari dengan headway per 5 menit. Target waktu perjalanan dari Lebak Bulus-Bundaran HI mencapai 30 menit.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar