Selasa, 26 Juli 2011

Rumah Dokter RS Polri Disatroni Perampok

VIVAnews - Kawanan perampok beraksi di rumah seorang dokter ahli bedah umum Rumah Sakit Polri bernama dr. Dian Yulianti, di Perumahan Taman Narogong Indah Blok A9, Jalan Raya Taman Narogong Jembatan 2, RT 09 RW 07, Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 26 Juli 2011.

Perampokan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, saat itu di dalam rumah hanya ada seorang pembantu bernama Eni (13). Karena melakukan perlawanan, Eni mengalami luka tusuk serius pada bagian pinggangnya.

Aksi itu baru diketahui sekitar pukul 09.00 WIB, saat pengguna motor melihat Eni yang dalam keadaan bersimbah darah tergeletak di depan rumah.

"Korban pakai kaos hijau sudah penuh darah, pinggangnya ada luka tusuk. Saya langsung panggil suami saya dan panggil warga," ujar Sumartini (50), pemilik Toko Sandal Favorit, yang ada di samping lokasi kejadian.

Kejadian ini kemudian dilaporkan warga ke Polsek Bekasi Timur, sementara Eni langsung dilarikan ke Rumah Sakit Rawa Lumbu, untuk mendapatkan perawatan.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan jejak darah di atap rumah korban, dan jejak itu hilang di atas bengkel yang hanya berjarak tiga rumah dari lokasi.

"Dugaan sementara pelaku satu orang. Kita masih cari, dan motifnya juga belum jelas," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota, Komisaris Dedy Murti Haryadi.

Pantaun di lokasi, puluhan polisi masih terlihat mengepung sebuah rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Belum diketahui jelas, apakah itu rumah tersangka atau bukan.

Eni yang mengalami luka tusuk hingga kini belum sadarkan diri dan masih menjalani operasi. Sementara dr. Dian Yulianti yang sudah berada di RS Rawa Lumbu belum bisa dimintai keterangan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspai modus kejahatan yang marak saat memasuki bulan puasa dan Lebaran. Tingginya kebutuhan hidup membuat orang lupa diri dan nekat melakukan kejahatan.

Disampaikan Baharudin, aksi kejahatan selama puasa hingga Lebaran dipastikan meningkat dan tetap akan terjadi dengan cara dan modus yang bervariasi. Terutama pencurian kendaraan bermotor dan perampokan. Selain itu, kejahatan yang cukup tinggi adalah modus pembiusan dan perampokan dengan berpura-pura menjadi tamu. (eh)

Laporan : Erik Hamzah|Bekasi

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar